Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sucinya Cinta Rahwana - Karena Cinta Adalah Sebuah Keikhlasan

Cinta harus memiliki, tapi itu berbeda dengan kisah cinta Rahwana. Pada umumnya masyarakat memandang Rahwana ini adalah sosok yang jahat, mungkin dalam sinetron dia akan dibenci banyak orang. Sudut pandang di dunia ini ada banyak sisi. Bahkan tidak terbatas, tidak hanya hitam dan putih, tidak hanya baik dan buruk saja. Semua tinggal dari sisi mana kita memandang. Hal itu pula yang ada pada diri Sang Rahwana.

Sucinya Cinta Rahwana - Karena Cinta Adalah Sebuah Keikhlasan


Ramayana merupakan kisah pewayangan yang menceritakan tentang kisah Rama dan Sinta dan juga Sang Rahwana. Dalam kisah ini Rahwana merupakan Raja Alengjadireja. Dikenal sebagai sosok penguasa kegelapan. Semua hal buruk akan dikaitkan dengan sosok Rahwana ini. Rahwana memiliki nama lain yaitu Dasamuka, Dasagriva dan juga dasakanta karena ia memiliki sepuluh mha, sepuluh leher dan juga 10 kerongkongan.


Konon katanya Rahwana bukan pemimpin dholim bagi rakyat Alengjadireja. Rakyatnya merasa damai memiliki Rahwana sebagai pemimpin negeri tersebut.


Rahwana dalam hal cinta ia adalah sosok yang setia. Dewi Widowati merupakan pujaan hati Sang Rahwana. Kepada Dewi Widowati, Rahwana sangat setia. Bahkan sampai Dewi Widowati tiada ia tetap setia. Perasaan nya tetap ia jaga sepenuhnya. 


Dalam kisah Ramayana ini Dewi Widowati ini menitis pada Dewi Sinta. Tapi sungguh disayangkan, Dewi Sinta ini sudah menjadi istri dari Rama, Raja dari Kerajaan Ayodya. Dewi Sinta menjadi istri Rama karena Rama memenangjan sayembara memanah di Kerajaan Mantili.


Saat Rahwana tahu hal demikian maka Rahwana pun marah. Ia memiliki dua piliham, yakni mengikhlaskan atau merebut Dewi Sinta dari Rama. Akhirnya Rahwana pun menculik Dewi Sinta dan ditempatkan di Kerajaan Alengka.


Di Alengka Dewi Widowati di mulyakan. Dia di tempat kan di Taman Argasoka, konon taman ini merupanan cerminan keindahan surga. Di Taman Argasoka ini Dewi Sinta tidak pernah dijamah atau pun disakiti oleh Rahwana. Rahwana setiap hari mengungkapkan perasaan kepada Dewi Sinta kalau ia mencintainya. Namun setiap hari pula Sang Rahwana menerima kenyataan bahwa Dewi Sinta tak mencintai Sang Raja Alengjadireja ini. 


Rahwana terus menanti, baginya hidup adalah sebuah penantian. Ia terus menantikan sang pujaan hati dapat menerima cintanya. Walaupun sering ditolak ia tetap mencintai nya. Di balik kegigihan Rahwana mengungkapkan cinta diam-diam Dewi Sinta pun kagum pada Rahwana.


"Tuhan, jika cintaku terhadap Sinta terlarang, mengapa kau bangun megah perasaan ini dalam sukmaku ???" ~ RAHWANA 


Tapi takdir berkata lain. Dewi Sinta sudah menjadi milik Sang Rama. Andai saja waktu ada sayembara Rahwana ikut tentu ia akan mampu mengalahkan Sang Rama. Namun apa daya nasi sudah menjadi bubur. Tidak ada yang salah dengan cinta Rahwana namun menculik istri Raja Rama merupakan tindakan yang salah.


Waktu terus berjalan. Dewi Sinta pun menunggu Rama menjemput nya. Tahun demi tahun tapi Rama tak kunjung datang. Cinta Dewi Sinta mulai goyah. Akankah ia berpaling kepada Rahwana karena Rama tak kunjung datang menjemput? 


Disisi lain Rama malah mengutus Anoman untuk menjemput Dewi Sinta namun Dewi Sinta menolak, karena bukan Rama sendiri yang menjemput. 


Dan akhirnya Rahwana bertempur dengan Rama. Sang Raja Alengjadireja ini kalah di tangan Rama dengan bantuan dari pasukan Kera Anoman dan juga dibantu oleh  Gunawan Wibisana yang mana adik kandung Rahwana yang berkhianat.


Di saat Dewi Sinta kembali ke Rama harusnya disambut dengan penuh cinta tapi lain dengan kisah ini. Rama ragu akan kesucian Dewi Sinta.  Khawatir Sinta sudah dinodai Rahwana.


Penjelasan panjang lebar tak dapat menyakinkan Rama akhirnya Dewi melakukan Mesatya yakni sebuah upacara untuk membuktikan kesuciannya. Dewi Sinta menceburkan dirinya ke bara api. Jika memang ia masih suci, maka api takkan mampun membakarnya. Dan ketika ia menceburkan diri, ia tak terbakar api sama sekali. Setelah pembuktian dengan Mesatya itu, barulah Rama mau menerimanya kembali.


Andai Rahwana masih hidup tentu ia akan mempertanyakan cinta pada Dewi Sinta. Mengapa bisa Sinta memilih pria yang tidak bisa mempercayai Sinta seutuhnya dibandingkan dirinya yang mencintai dengan tulus dan apa adanya ? Karena dasar dari sebuah hubungan adalah rasa saling percaya dan mampu menerima apa adanya.